MAKALAH
MEMORI DAN
KECERDASAN OTAK
Disusun untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
TEORI BELAJAR dan PEMBELAJARAN
Dosen Pengampu:
Nur Afifah Khurin
Maknin, S.Pd.I, M.Kes
Disusun oleh:
Hadiyatu Rosyidah (201310010311093)
Hilda Kurnia Sari Soleh (201310010311083)
Jundi (201310010311075)
TARBIYAH
FAKULTAS AGAMA ISLAM
UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MALANG
Tahun 2015
Kata Pengantar
Segala puji bagi Allah SWT yang telah memberikan Rahmat serta
hidayahnya bagi kita semua sehingga kami memiliki kesempatan untuk menyelesaikan
pembuatan makalah yang dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Teori Belajar
dan Pembelajaran. Adapun materi makalah yang kami buat adalah mengenai “Memori
Manusia”, kami menyadari dan meyakini bahwa makalah ini masih jauh dari
sempurna. Masih banyak kekurangan ataupun kesalahan yan kami sadari. Oleh
karena itu kami mengharapkan saran dan kritik dari makalah ini, agar dimasa
yang akan datang tidak terjadi kesalahan dan kami bisa menyusun makalah yang
lebih baik namun begitu, meskipun makalah ini jauh dari kata sempurna kami
berharap agar makalah kami sedikit banyak dapat bermanfaat bagi yang
membacanya. Kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membatu
dan mendukung dalam pembuatan makalah ini. Demikian sedikit kata pengantar dari
kami, atas perhatian dari pemabaca kami ucapkan terimakasih.
Malang, 2 April 2015
Penulis
BAB I
PENDAHULUAN
A.
LATAR BELAKANG
Manusia memiliki memori yang kemampuan dan kapasitas sangat besar,
sehingga tak terhitungkan besarnya. Akan tetapi tidak semua memanfaatkan
memanfaatkan kapasitas tersebut seoptimal mungkin dan lebih banyak lagi yang
memanfaatkan memori ini sekedarnya saja, sehingga banyak ruang-ruang dalam
memori seseorang yang tidak terisi bahkan tidak diisi serta tidak diperlakukan
dengan lebih baik karena berbagai faktor.
Memori memiliki fungsi yang penting bagi manusia. Jika kita lakukan
aktivitas berpikir maupun menalar, maka sebahagian besar kita menggunakan fakta
dari memori atau ingatan kita. Kita menggunakan konsep waktu dengan
menghubung-hubungkan masa sekarang dengan masa lalu serta membuat perencanaan
untuk masa datang. Hal tersebut dimungkinkan dengan adanya fasilitas fungsi
memori kita yang kuat dan dapat disesuaikan pada berbagai situasi. Oleh karena
memori inilah manusia dapat dikatakan makhluk bersejarah. Artinya makhluk yang
tidak ditentukan oleh pengaruh proses dari
hal
yang terjadi saat kini saja, tetapi berkembang dalam sejarah masa lalunya yang
masih dimilikinya dan sewaktu-waktu dapat dihidupkannya kembali. Yang terakhir
inilah yang dikatakan memori.
Sedangkan kecerdasan sebagai sikap intelektual
mencakup kecepatan memberikan jawaban, penyeleasaian, dan kemampuan
menyelesaikan masalah. David Wescler juga member pengertian kecerdasan sebagai
suatu kapasitas umum dari individu untuk bertindak, berpikir rasional dan
berinteraksi dengan lingkungan secara efektif (Syaiful Sagala, 2010: 82). Sehingga
dapat diartikan pula bahwa kecerdasan atau Intelligensi adalah kemampuan untuk
menguasai kemampuan tertentu.
B.
RUMUSAN
MASALAH
Berdasarkan uraian latar belakang
diatas, maka rumusan masalah sebagai berikut:
1.
Apa definisi memori?
2.
Apa saja macam-macam memori?
3. Bagaimana kinerja dan karakteristik otak dalam mengelola memori?
4. Bagaimana konsep dan karakteristik kecerdasan?
C. TUJUAN
Berdasarkan
rumusan masalah tersebut tujuan dari penyusunan makalah ini adalah:
1.
Mengetahuai definisi Memori
2.
Mengetahui macam-macam memori
3.
Mengetahui kinerja dan karakteristik otak dalam
mengelola memori
4. Mengetahui konsep dan karakteristik kecerdasan
BAB II
PEMBAHASAN
A. Definisi Memori
Memori adalah sesuatu
dalam diri manusia yang melibatkan fungsi kognisi maupun gerakan otak dalam
proses pengambilan informasi. Memori berhubungan dengan
proses mengingat dan ingatan. Apabila manusia tidak memiliki ingatan maka
manusia tersebut telah melewatkan suatu pembelajaran. Ingatan atau memori sangat berpengaruh terhadap tahap kesadaran. Manusia
yang mengalami ketidaksadaran tidak dapat mengingat apa yang terjadi pada saat
kondisi ketidaksadaran itu. Ingatan adalah pusat dari segala kehidupan manusia.
Memori adalah kemampuan untuk menyimpan,
mempertahankan dan mengingat kembali informasi dan pengalaman. Memori merupakan
konstruksi yang dibuat berdasarkan keinginan dan pengaruh dari dalam diri
meupun dari luar. Memori sering
disertai dengan perasaan dan emosi. Tidak semua peristiwa yang kita alami
simpan dalam memori, untuk dapat digunakan kembali.
B.
Macam-macam Ingatan (Memori)
Ingatan atau memori
telah menjadi salah satu pokok bahasan dalam psikologi kognitif. Psikologi
kognitif adalah pendekatan psikologi yang memusatkan perhatian pada cara kita
merasakan, mengolah, menyimpan dan merespons informasi. Menurut Richard
Atkinson dan Richard Shiffrin (dalam Matlin, 1998), ingatan disimpan dalam tiga
sistem penyimpanan informasi, yaitu memori sensori (sensory memory), memori
jangka pendek (short term memory), dan memori jangka panjang (long term
memory). Howard Gardner
(Agus Efendi, 2005: 81) kecerdasan adalah kemampuan untuk memecahkan atau
menciptakan sesuatu yang bernilai bagi budaya tertentu.
Memori sensoris adalah
ingatan yang berkaitan dengan penyimpanan informasi sementara yang dibawa oleh
pancaindera. Setiap pancaindera memiliki satu macam memori sensoris. Memori
Sensoris adalah informasi sensoris yang masih tersisa sesaat setelah stimulus
diambil. Jadi, di dalam diri manusia ada beberapa macam sensori-motorik, yaitu
sensori-motorik visual (penglihatan), sensori-motorik audio (pendengaran), dan
sebaganya. Memori sensorik cukup pendek, dan biasanya akan menghilang
segera setelah apa yang kita rasakan berakhir. Sebagai contoh, ketika anda
melihat. Kita melihat ratusan hal ketika berjalan selama beberapa menit. Meskipun
perhatian tertuju oleh sesuatu yang anda lihat, itu segera terlupakan oleh
sesuatu yang lain yang menarik perhatian anda di antara sekian banyak yang
ditangkap indera penglihatan.
Ketika kita mendengar
sesuatu, melihat sesuatu, atau meraba sesuatu, informasi-informasi dari
indera-indera itu diubah dalam bentuk impuls-impuls neural (bentuk neuron) dan
dikirim ke bagian-bagian tertentu dari otak. Proses tersebut berlangsung dalam
sepersekian detik.
Sebenarnya memori sensoris
berkapasitas besar untuk menyimpan informasi, akan tetapi yang disimpan
tersebut cepat sekali menghilang, dikatakan bahwa informasi tersebut akan
menghilang setelah sepersepuluh detik, lalu akan menghilang sama sekali setelah
lewat dari satu detik.
Keberadaan memori sensoris
mempunyai peran yang penting dalam hidup manusia. Orang harus menaruh perhatian
pada suatu informasi bila informasi itu harus diingat. Dengan begitu ada proses
seleksi dari kesadaran, mana informasi yang diperlukan dan mana yang tidak.
2.
Ingatan Jangka Pendek
Ingatan jangka pendek atau
sering disebut dengan short-term memory
atau working memory adalah suatu
proses penyimpanan memori sementara, artinya informasi yang disimpan hanya
dipertahankan selama informasi tersebut masih dibutuhkan. Ingatan jangka pendek
adalah tempat kita menyimpan ingatan yang baru saja kita pikirkan. Ingatan yang
masuk dalam memori sensoris diteruskan kepada ingatan jangka pendek. Ingatan
jangka pendek berlangsung sedikit lebih lama dari memori sensoris, selama anda
menaruh perhatian pada sesuatu, anda dapat mengingatnya dalam ingatan jangka
pendek.
Dari ingatan jangka pendek
ini, ada sebagian materi yang hilang, sebagian lagi diteruskan ke dalam ingatan
jangka panjang. Jika kita mengingat kembali akan suatu informasi, informasi
dari ingatan jangka panjang tadi akan dikembalikan ke ingatan jangka pendek.
Misal, pada nomor telepon yang telah anda ulang terus sampai anda bisa
menuliskannya, dan nomor tersebut akan tetap tersimpan dalam memori anda selama
anda aktif memikirkannya. Jika anda berhenti memberikan perhatian pada itu,
maka akan terhapus dalam waktu 10-20 detik. Dalam rangka untuk mengingat
sesuatu berikutnya, otak mentransfernya ke memori jangka panjang. Proses
mengingat nomor telepon, pada kenyataannya, suatu cara untuk memindahkan nomor
dari memori jangka pendek ke memori jangka panjang.
Jumlah informasi yang bisa
disimpan dalam memori jangka pendek sangat terbatas. Hanya lima hingga sembilan
informasi saja yang dapat berada dalam memori jangka pendek sekaligus. Setiap
kali anda memberikan perhatian ke informasi baru yang berasal dari memori
sensorik, Anda harus mendorong keluar sesuatu yang telah anda perhatikan
sebelumnya. Misalnya, jika ada sesuatu yang mengganggu konsentrasi anda ketika
berlatih mengulang nomor telepon sebelum informasi nomor tersebut mencapai ke
memori jangka panjang, maka informasi akan terlempar keluar dan anda harus
melihat dan mengingat kembali.
Ingatan jangka pendek
terdiri dari tiga unit terpisah; putaran fonologi (phonological loop), gambaran
penglihatan-ruang (visuo-spatial sketchpad), dan pelaksana pusat (central
executive). Putaran
fonologi menyimpan dan mengingat kembali kata-kata yang saat itu sedang
dipikirkan. Baddeley (1975) dalam penelitiannya, meminta partisipan mengingat
kembali beberapa daftar pendek berisi kata-kata secara berurutan. Ia menemukan
bahwa partisipan mampu mengingat kata-kata yang mereka sebutkan dalam dua
detik. Kesimpulannya, putaran fonologi dapat menyimpan kata dengan baik dalam
dua detik. Gambaran penglihatan-ruang
adalah ketika kita membentuk citra/gambaran mental tentang sesuatu. Gambaran
penglihatan-ruang juga berperan dalam tugas-tugas spasial, misalnya mencari
jalan memutar dan menentukan jarak.
Ingatan jangka pendek
bukan hanya sebuah tempat penyimpanan ingatan sementara, tetapi juga lokasi
berpikir secara aktif, tempat menyaring, memilah, dan menggabungkan informasi
lama dengan informasi yang baru, lalu mengambil keputusan. Proses ini disebut
penemuan mental. Penemuan mental merupakan salah satu fungsi terpenting
dalam ingatan jangka pendek. Misalnya, bayangkan sebuah segitiga, lingkaran,
dan empat persegi panjang. Gabungkan ketiganya, gambarlah objek yang anda
ciptakan tersebut. Kini, secara mental anda telah menciptakan objek baru yang
meungkin menyerupai atau tidak menyerupai objek yang anda kenal. Proses kreatif
ini merupakan versi sederhana seorang seniman atau musisi dalam menciptakan
karyanya.
3.
Ingatan Jangka Panjang
Ingatan jangka panjang (long term memory) adalah suatu proses
memori atau ingatan yang bersifat permanen, artinya informasi yang disimpan
sanggup bertahan dalam waktu yang sangat panjang. Kapasitas yang dimiliki
ingatan jangka panjang ini tidak terbatas. Memori jangka panjang adalah
gundangnya informasi yang dimiliki oleh manusia. Ingatan jangka panjang
berisi informasi dalam kondisi psikologis masa lampau, yaitu semua informasi
yang telah disimpan, tetapi saat ini tidak sedang dipikirkan.
Informasi yang disimpan
dalam ingatan jangka panjang diduga dapat bertahan dalam waktu yang panjang
bahkan selamanya. Kehilangan ingatan pada ingatan jangka panjang ini hanya
dimungkinkan apabila seseorang mengalami kerusakan fungsional dari sistem
ingatannya.
Proses masuknya informasi
ke dalam ingatan jangka panjang tetap melalui tahap memori sensoris. Pada tahap
ini informasi dari luar yang diterima oleh indera diubah menjadi impuls-impuls
neural sesuai dengan masing-masing fungsi indera, kemudian impuls-impuls neural
yang mengandung informasi ini diteruskan ke ingatan jangka pendek. Setelah
informasi masuk ke dalam ingatan jangka pendek, di seleksi sedemikian rupa mana
yang dianggap penting dan tidak, kemudian diteruskan ke ingatan jangka panjang.
Sebelum masuk ke ingatan
jangka panjang, informasi yang telah disaring pada ingatan jangka pendek, perlu
dilakukan proses semantic atau imagery coding. Dalam proses ini arti
dari informasi dianalisis lebih jauh lagi. Misalnya saat kita mendengar
seseorang yang mengatakan, “Atun dihina oleh Nana sampai sakit hati”, maka kita
tidak hanya mengerti arti masing-masing kata dalam kalimat tersebut, tetapi kita
juga berusaha mengerti apa yang terjadi sebenarnya dari keseluruhan kalimat
tersebut. Sebaliknya bila kita mendengar kata-kata lain yang unsurnya sama,
seperti “Nana dihina Atun sampai sakit hati”, maka kita tahu bahwa yang terjadi
sekarang berbeda dari yang pertama. Dalam kedua kalimat tersebut kalau kita
mengingat arti dari kata-kata dalam keseluruhan kalimat itu, maka kita sedang
melakukan semantic coding; tetapi kalau kita membayangkan reaksi dari Atun atau
Budi dalam peristiwa itu, maka kita melakukan imagery coding.
Jadi, ingatan jangka
panjang akan melakukan penyaringan informasi berdasarkan arti dari informasi
tersebut, makna, keadaan emosi, gambaran akibat dan sebagainya, oleh karena itu
penyimpanan informasi dapat berlangsung secara permanen.
Tujuan sebuah informasi
dimasukkan ke dalam memori jangka panjang adalah untuk Anda ingat selamanya.
Hebatnya, ingatan yang telah tersimpan dalam ingatan jangka panjang bisa anda
munculkan kembali saat Anda menginginkannya. Kemampuan mengenang atau menarik ingatan
kembali ini disebut recall memory.
Ketika seseorang yang anda sayangi pergi dari sisi anda, mungkin anda akan
mengingat kembali kenangan-kenangan yang tersimpan dalam memori jangka panjang
Anda. Anda dapat mengingat dengan sangat detil bahkan tanpa Anda sadari bahwa
Anda telah menyimpan informasi tersebut. Anda mungkin mengenang tempat di mana
Anda menghabiskan waktu dengan orang tersebut dengan mengingat pemandangan, bau
dan bahkan perasaan dengan akurasi yang mengejutkan.
a) Ingatan
Deklaratif dan Ingatan Prosedural
Dalam upaya memanggil
kembali ingatan dari Ingatan jangka panjang dibedakan menjadi dua, yaitu
ingatan jangka panjang eksplisit (ingatan deklaratif) dan ingatan jangka
panjang implisit (prosedural). Ingatan jangka panjang eksplisit (ingatan
deklaratif) adalah ingatan yang kita munculkan kembali ke kesadaran untuk
digunakan dengan sengaja, artinya ketika berusaha mengingat sesuatu kita
melakukannya dengan sadar. Wilayah dari otak dimana ingatan deklaratif disimpan
adalah lobus temporal. Ada dua bentuk dasar ingatan deklaratif: episodik dan
semantik. Ingatan Episodic dihubungkan dengan waktu tertentu dan tempat, dan
bisa dianggap kenangan pribadi, seperti pengalaman dari peristiwa tertentu.
Ingatan Semantic adalah memori yang berkaitan dengan penyimpanan informasi
faktual yang tidak terkait dengan pengalaman tertentu.
Ingatan jangka panjang
implisit (ingatan prosedural) adalah kebalikan dari ingatan eksplisit, yaitu
ingatan yang memungkinkan kita mengerjakan sesuatu tanpa harus berpikir.
Contohnya saat kita berjalan atau berbicara, dalam aktivitas ini kita tidak
lagi direpotkan bagaimana kita me-recall
ingatan jangka panjang kita tentang kata-kata, cara merangkai kata, arti kata,
cara melangkah, dan lain sebagainya, hal ini berjalan secara otomatis tanpa
harus menghadirkan kesadaran dari kita.
Ingatan prosedural tidak
mudah untuk dijelaskan. Ingatan prosedural ini tidak hanya dimiliki manusia,
melainkan dimiliki oleh semua makhluk yang mempunyai kemampuan belajar,
misalnya binatang yang mengingat bagaimana caranya melakukan akrobat di sirkus.
Dengan ingatan prosedural tanpa sadar dan berpikir kita bisa melakukan sesuatu.
Ingatan prosedural digunakan dalam hal-hal seperti naik sepeda, belajar
mengetik, belajar memainkan alat musik atau belajar berenang. Kita dapat
mengendarai mobil dari satu tempat ke tempat lain sepanjang hari tanpa
menyadari proses mengemudi hampir sepanjang waktu, dan benar-benar aman. Sekali
sebuah ingatan prosedural telah dilatih secara mental atau dipraktekkan secara
fisik sampai dengan kuat dalam ingatan jangka panjang, bisa tahan sangat lama.
Sebagai contoh, anda masih bisa naik sepeda setelah terakhir kali anda
melakukannya bertahun-tahun yang lalu.
b) Ingatan
Episodik dan Ingatan Semantik
Para ahli di bidang
ingatan ini membagi ingatan jangka panjang menjadi ingatan episodik dan ingatan
semantik. Ingatan episodik adalah ingatan tentang peristiwa-peristiwa,
sedangkan ingatan semantik adalah ingatan atau pengetahuan kita tentang
fakta-fakta.
Ingatan episodik (tentang
peristiwa) dan ingatan semantik (fakta) diolah di ingatan bagian otak yang
berbeda. Adalah Tulving, seorang ahli di bidang ingatan, membuat sebuah
eksperimen untuk mengetahui bagian otak yang mengolah ingatan episodik dan
ingatan semantik. Dalam eksperimennya, emas radioaktif disuntikkan ke dalam
aliran darahnya sendiri. Lebih dari 250 detektor radiasi ditempatkan di sekitar
kepalanya, sehingga bisa diamati ke mana saja darah yang mengandung radioaktif
tersebut mengalir di dalam otaknya. Ia menemukan bahwa ketika mengingat
peristiwa-peristiwa dalam hidupnya, bagian depan otaknya menjadi lebih aktif,
sedangkan ketika ia mengingat fakta-fakta, bagian belakang otaknyalah yang
lebih aktif.
Namun demikian, dalam
penelitiannya yang terbaru, Tulving menemukan hubungan di antara kedua ingatan
jangka panjang ini. Salah satu kemungkinannya adalah ingatan semantik berasal
dari ingatan episodik. Misalnya saja jika anda ingat bahwa dua hari yang lalu
anda kehujanan (ingatan episodik; peristiwa kehujanan), maka dengan sendirinya
anda juga akan mengetahui bahwa dua hari yang lalu itu hujan (ingatan semantik;
fakta hujan). Ini menunjukkan bahwa fakta-fakta (ingatan semantik) akan lebih
mudah diingat jika kita mengingat atau menghubungkannya dengan suatu pengalaman
atau peristiwa (ingatan episodik).
Ingatan episodik dan
ingatan semantik memiliki perbedaan cara kerjanya dalam menyimpan dan
mengorganisasikan informasi. Ingatan episodik menyimpan informasi dalam bentuk
gambaran (bayangan) yang diorganisasikan berdasarkan pada kapan dan di mana
peristiwa-peristiwa terjadi. Sedangkan ingatan semantik menyimpan informasi
dalam dalam bentuk jaringan hubungan ide yang telah dianalisis.
C. Kinerja Dan Karakteristik Otak Dalam Mengelola Memori
Pengetahuan mengenai memori telah banyak dipelajari dalam beberapa tahun
belakangan, mengenai penyimpanan dan penarikan informasi yang tidak hanya
membuat kita mengerti pentingnya peran otak, tetapi juga membantu kita
untuk lebih memahami memori. Pada umumnya para ahli
memandang ingatan sebagai hubungan antara pengalaman dengan masa lampau. Apa yang telah diingat adalah hal yang pernah
dialami, pernah dipersepsinya, dan hal tersebut pernah dimasukkan kedalam
jiwanya dan disimpan kemudian pada suatu waktu kejadian itu ditimbulkan kembali
dalam kesadaran. Ingatan merupakan kemampuan untuk menerima dan memasukkan (learning),
menyimpan (retention) dan menimbulkan kembali apa yang pernah dialami (remembering).
Dalam proses
mengingat informasi ada 3 tahapan yaitu memasukkan informasi (encoding),
penyimpanan (storage), dan mengingat (retrieval stage).
a.
Fungsi
Memasukkan (Encoding)
Proses Encoding (pengkodean terhadap apa
yang dipersepsi dengan cara mengubah menjadi simbol-simbol atau
gelombang-gelombang listrik tertentu yang sesuai dengan peringkat yang ada pada
organisme). Jadi encoding merupakan suatu proses mengubah sifat suatu
informasi ke dalam bentuk yang sesuai dengan sifat-sifat memori organisme.
Proses ini sangat mempengaruhi lamanya suatu informasi disimpan dalam memori.
Proses pengubahan
informasi ini dapat terjadi dengan dua cara, yaitu:
1. Tidak sengaja, yaitu apabila hal-hal yang diterima oleh inderanya dimasukkan dengan
tidak sengaja ke dalam ingatannya. Contoh konkritnya dapat kita lihat pada
anak-anak yang umumnya menyimpan pengalaman yang tidak disengaja, misalnya
bahwa ia akan mendapat apa yang diinginkan jika ia menangis keras-keras sambil
berguling-guling.
2. Sengaja, yaitu bila individu dengan sengaja memasukkan pengalaman dan pengetahuan ke
dalam ingatannya. Contohnya kita sebagai mahasiswa, dimana dengan sengaja kita
memasukkan segala hal yang dipelajarinya di perguruan tinggi.
b.
Fungsi
Menyimpan (Storage)
Fungsi kedua dari ingatan adalah mengenai
penyimpanan (penyimpanan terhadap apa yang telah diproses dalam encoding,
apa yang dipelajari atau apa yang dipersepsi). Sesuatu
yang telah dipelajari biasanya akan tersimpan dalam bentuk jejak-jejak (traces)
dan bisa ditimbulkan kembali. Jejak-jejak tersebut biasa juga disebut dengan
memory traces. Walaupun disimpan namun jika tidak sering digunakan maka memory
traces tersebut bisa sulit untuk ditimbulkan kembali bahkan juga hilang,
dan ini yang disebut dengan kelupaan. Sehubungan dengan masalah retensi dan
kelupaan, ada satu hal yang penting yang dapat dicatat, yaitu mengenai interval
atau waktu antara memasukkan dan menimbulkan kembali.
Masalah intercal dapat
dibedakan atas lama interval dan isi interval:
1.
Lama
interval, yaitu berkaitan dengan lamanya waktu pemasukan bahan (act
of remembering). Lama interval berkaitan dengan kekuatan retensi. Makin
lama intervalnya, makin kurang kuat retensinya, atau dengan kata lain kekuatan
retensinya menurun.
2.
Isi interval, yaitu
berkaitan dengan aktivitas-aktivitas yang terdapat atau mengisi interval.
Aktivitas-aktivitas yang mengisi interval akan merusak atau mengganggu memory
traces, sehingga kemungkinan individu akan mengalami kelupaan. Atas dasar
lama interval dan isi interval, hal tersebut merupakan sumber atau dasar
berpijak dari teori-teori mengenai kelupaan.
c.
Fungsi Menimbulkan Kembali (Retrival)
Fungsi ketiga ingatan adalah berkaitan dengan
menimbulkan kembali hal-hal yang disimpan dalam ingatan. Proses mengingat
kembali merupakan suatu proses mencari dan menemukan informasi yang disimpan
dalam memori untuk digunakan kembali bila dibutuhkan. Mekanisme dalam proses
mengingat kembali sangat membantu organisme dalam menghadapi berbagai persoalan
sehari-hari. Seseorang dikatakan “Belajar dari Pengalaman” karena ia mampu
menggunakan berbagai informasi yang telah diterimanya di masa lalu untuk
memecahkan berbagai masalah yang dihadapi saat ini juga. Menimbulkan kembali ingatan yang sudah disimpan dapat
menggunakan cara:
1.
Recall, yaitu
proses mengingat kembali informasi yang dipelajari di masa lalu tanpa petunjuk
yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang tanpa
kehadiran orang yang dimaksud.
2.
Recognize, yaitu
proses mengenal kembali informasi yang sudah dipelajari melalui suatu petunjuk
yang dihadapkan pada organisme. Contohnya mengingat nama seseorang saat ia
berjumpa dengan orang yang bersangkutan.
3.
Redintegrative,
yaitu proses mengingat dengan menghubungkan berbagai informasi menjadi suatu
konsep atau cerita yang cukup kompleks. Proses mengingat reintegrative terjadi
bila seseorang ditanya sebuah nama, misalnya Siti Nurbaya (tokoh sinetron),
maka akan teringat banyak hal dari tokoh tersebut karena orang tersebut telah
menontonnya berkali-kali.
D. Konsep Dan Karakteristik Kecerdasan
kecerdasan otak adalah
kemampuan otak dalam hal merasa, mengingat dan berfikir untuk
mengenali pengalaman yang dihadapi dan belajar dari setiap pengalaman yang
telah dihadapi agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan. Inteligensi atau kecerdasan menurut Dusek
(Casmini,2007:14) dapat didefinisikan melalui dua jalan yaitu secara
kuantitatif adalah proses belajar untuk memecahkan masalah yang dapat diukur
dengan tes inteligensi, dan secara kualitatif suatu cara berpikir dalam membentuk
konstruk bagaimana menghubungkan dan mengelola informasi dari luar yang
disesuaikan dengan dirinya.IQ, EQ, SQ dan ESQ
adalah penggambaran dari potensi manusia sebagai makhluk paling cerdas dan
kompleks di muka bumi. Pembagian ini mewakilkan dari banyak potensi
kecerdasan manusia yang didefinisikan secara umum.
1.
IQ (Intelligence Quotients)
Ialah istilah kecerdasan manusia dalam
kemampuan untuk menalar, perencanaan sesuatu, kemampuan memecahkan masalah,
belajar, memahaman gagasan, berfikir, penggunaan bahasa dan lainnya. Anggapan
awal bahwa IQ adalah kemampuan bawaan lahir yang mutlak dan tak dapat berubah
adalah salah, karena penelitian modern membuktikan bahwa kemampuan IQ dapat
meningkat dari proses belajar.
Kecerdasan ini pun tidaklah baku untuk satu hal saja, tetapi untuk banyak hal,
contohnya; seseorang dengan kemampuan mahir dalam bermusik, dan yang lainnya
dalam hal olahraga. Jadi kecerdasan ini dari tiap - tiap orang tidaklah sama,
tetapi berbeda satu sama lainnya.
2.
EQ (Emotional Quotients)
Kecerdasan emosional adalah kemampuan
pengendalian diri sendiri,semangat, dan ketekunan, serta kemampuan untuk
memotivasi diri sendiri dan bertahan menghadapi frustrasi, kesanggupan untuk
mengendalikan dorongan hati dan emosi, tidak melebih-lebihkan kesenangan,
mengatur suasana hati dan menjaga agar beban stress tidak melumpuhkan kemampuan
berpikir, untuk membaca perasaan terdalam orang lain (empati) dan berdoa, untuk
memelihara hubungan dengan sebaik-baiknya, kemampuan untuk menyelesaikan
konflik, serta untuk memimpin diri dan lingkungan sekitarnya.
3.
SQ (Spiritual Quotients)
Perlu dipahami bahwa SQ tidak mesti
berhubungan dengan agama, Kecerdasan spiritual (SQ) adalah kecerdasan jiwa yang
dapat membantu seseorang membangun dirinya secara utuh. SQ tidak bergantung pada budaya
atau nilai. Tidak mengikuti nilai-nilai yang ada, tetapi menciptakan
kemungkinan untuk memiliki nilai-nilai itu sendiri. kecerdasan spiritual adalah
kecerdasan yang berasal dari dalam hati, menjadikan kita kreatif ketika kita
dihadapkan pada masalah pribadi, dan mencoba melihat makna yang terkandung di
dalamnya, serta menyelesaikannya dengan baik agar memperoleh ketenangan dan
kedamaian hati. Kecerdasan spiritual membuat individu mampu memaknai setiap
kegiatannya sebagai ibadah, demi kepentingan umat manusia dan Tuhan yang sangat
dicintainya.
4. ESQ
(Emotional and Spiritual Quotient)
ESQ merupakan sebuah singkatan dari Emotional
Spiritual Quotient yang merupakan gabungan EQ dan SQ, yaitu Penggabungan antara
pengendalian kecerdasan emosi dan spiritual. Manfaat yang bisa di dapat adalah
tercapai nya keseimabangan antara hubungan Horizontal (manusia dengan manusia)
dan Vertikal (manusia dan Tuhan). ESQ juga dapat membuat kita lebih percaya
diri dalam melakukan tindakan
BAB III
PENUTUP
KESIMPULAN
Memori (ingatan) memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan
kita. Pengetahuan mengenai memori telah banyak
dipelajari dalam beberapa tahun belakangan ini, mulai dari penyimpanan dan
penarikan informasi yang tidak hanya membuat kita mengerti pentingnya
peran otak, tetapi juga membantu kita untuk lebih memahami memori. Sedangkan
kecerdasan otak adalah kemampuan otak dalam
hal merasa, mengingat dan berfikir untuk mengenali pengalaman yang
dihadapi dan belajar dari setiap pengalaman yang telah dihadapi agar dapat
menyesuaikan diri dengan lingkungan.
DAFTAR PUSTAKA
repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/18437/4/Chapter%20II.pdf
digilib.uin-suka.ac.id/.pdf
pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2009/01/memahami_memory.pdf
elearning.gunadarma.ac.id/docmodul/psikologi_umum_1/Bab_6.pdf
file.upi.edu/Direktori/FIP/JUR._PGTK/196510011998022
ERNAWULAN_SYAODIH/EQ__peb_05_.pdf
eprints.uny.ac.id/9683/3/bab%202.pdf