Monday, September 28, 2015

“MEDUSA” (Meme Educative at Social Media) untuk Meningkatkan Minat Baca Generasi Muda Indonesia




“MEDUSA” (Meme Educative at Social Media) untuk Meningkatkan Minat Baca Generasi Muda Indonesia


Yuyun Rahmadesi1, Hadiyatu Rosyidah2
Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Perternakan, Universitas Muhammadiyah Malang1
Tarbiyah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang2




ABSTRAK
 Iqro’!
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”
“Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah”
(Q.S Al-Alaq: 1 dan 3)
Bacalah adalah perintah yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada Nabi Muhammad  SAW melalui perantara malaikat Jibril. Ayat tersebut bahkan diulangi hingga tiga kali sebelum disambung dengan ayat-ayat sesudahnya. Hal ini membuktikan bahwa Allah SWT sangat menekankan perintah untuk selalu membaca kepada seluruh hamba-Nya, karena manusia adalah sebaik-baik ciptaan yang diberikan akal sebagai pembeda dengan makhluk yang lainnya. Tetapi pada kenyataannya, saat ini minat baca masyarakat terutama para generasi muda Negara Indonesia mengalami penurunan. Rendahnya tingkat minat baca menyebabkan generasi muda Indonesia tidak mau memahami persoalan sosial yang menimbulkan sikap apatis dalam melihat realitas sosial, sehingga angka kemiskinan, kebodohan, dan korupsi terus meningkat. Hal tersebut berbanding terbalik dengan peningkatan pengguna aplikasi media sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, bbm dan lain sebagainya daripada tingkat minat untuk membaca buku. Berdasarkan hasil dari Organisasi Pengembangan Kerjasama Ekonomi (OECD) menyebutkan bahwa budaya baca masyarakat Indonesia berada pada posisi terendah dari 52 negara di kawasan Asia Timur. Sedangkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan tingkat minat baca generasi muda Indonesia hanya 0,01 persen dibanding dengan negara-negara lain. Menurut Wiendu (kompas, 2014)  selaku Wakil Menteri Pendidikan dan Budaya menyerukan kepada generasi muda untuk menjadikan minat baca sebagai budaya agar memicu karakter dan semangat kompetisi untuk memulai revolusi mental bangsa. Dalam penulisan karya tulis ini bersifat studi pustaka, dimana penulis mengkorelasikan antara data dan fakta sosial di lingkungan masyarakat dengan solusi yang penulis gagas. Sedangkan sumber yang penulis ambil berdasarkan berita, internet, buku dan hasil observasi. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut dalam hal ini penulis mengajukan solusi yaitu “MEDUSA” (Meme Educative at Social Media) dengan memanfaatkan sosial media yang bersifat edukatif, inovatif, kreatif, dan mudah di akses. Harapan penulis dengan dibuatnya “MEDUSA” (Meme Educative at Social Media) tersebut mampu meningkatkan minat baca sehingga menjadikan generasi muda memiliki wawasan yang luas, simpatis terhadap realitas sosial sehingga angka kebodohan, kemiskinan serta korupsi dapat diminimalisir.

Kata Kunci :Baca, Media, Meme, Minat, Sosial