“MEDUSA”
(Meme Educative at Social Media) untuk Meningkatkan Minat Baca Generasi
Muda Indonesia
Yuyun Rahmadesi1, Hadiyatu Rosyidah2
Agroteknologi, Fakultas Pertanian dan Perternakan, Universitas Muhammadiyah
Malang1
Tarbiyah, Fakultas Agama Islam, Universitas Muhammadiyah Malang2
ABSTRAK
“Iqro’!”
“Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan”
“Bacalah,
dan Tuhanmulah Yang Maha Pemurah”
(Q.S Al-Alaq: 1 dan 3)
Bacalah adalah perintah yang pertama kali diturunkan oleh Allah SWT kepada
Nabi Muhammad SAW melalui perantara
malaikat Jibril. Ayat tersebut bahkan diulangi hingga tiga kali sebelum
disambung dengan ayat-ayat sesudahnya. Hal ini membuktikan bahwa Allah SWT
sangat menekankan perintah untuk selalu membaca kepada seluruh hamba-Nya,
karena manusia adalah sebaik-baik ciptaan yang diberikan akal sebagai pembeda dengan
makhluk yang lainnya. Tetapi pada kenyataannya, saat ini minat
baca masyarakat terutama para generasi muda Negara Indonesia mengalami
penurunan. Rendahnya tingkat minat baca menyebabkan generasi muda Indonesia
tidak mau memahami persoalan sosial yang menimbulkan sikap apatis dalam melihat
realitas sosial, sehingga angka kemiskinan, kebodohan, dan korupsi terus
meningkat. Hal tersebut berbanding terbalik dengan peningkatan pengguna aplikasi
media sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, bbm dan lain
sebagainya daripada tingkat minat untuk membaca buku. Berdasarkan hasil dari
Organisasi Pengembangan Kerjasama Ekonomi (OECD) menyebutkan bahwa budaya baca
masyarakat Indonesia berada pada posisi terendah dari 52 negara di kawasan Asia
Timur. Sedangkan data Perserikatan Bangsa-Bangsa menunjukkan tingkat minat baca
generasi muda Indonesia hanya 0,01 persen dibanding dengan negara-negara lain. Menurut
Wiendu (kompas, 2014) selaku Wakil Menteri Pendidikan dan Budaya menyerukan kepada generasi muda untuk menjadikan minat baca sebagai
budaya agar memicu karakter dan semangat kompetisi untuk memulai revolusi
mental bangsa. Dalam penulisan karya tulis ini bersifat studi pustaka,
dimana penulis mengkorelasikan antara data dan fakta sosial di lingkungan
masyarakat dengan solusi yang penulis gagas. Sedangkan sumber yang penulis ambil berdasarkan berita,
internet, buku dan hasil observasi. Berdasarkan beberapa permasalahan tersebut
dalam hal ini penulis mengajukan solusi yaitu “MEDUSA” (Meme
Educative at Social Media) dengan memanfaatkan sosial media yang bersifat
edukatif, inovatif, kreatif, dan mudah di akses. Harapan penulis dengan
dibuatnya “MEDUSA” (Meme Educative at Social Media) tersebut mampu
meningkatkan minat baca sehingga menjadikan generasi muda memiliki wawasan yang
luas, simpatis terhadap realitas sosial sehingga angka kebodohan, kemiskinan
serta korupsi dapat diminimalisir.
Kata Kunci
:Baca, Media, Meme, Minat, Sosial
No comments:
Post a Comment