Sunday, March 15, 2015

Transiterasi Pangan dan Gizi Masyarakat Indonesia

Negara Indonesia dengan penduduk besar memiliki sumber daya melimpah yang seharusnya mampu menjamin ketahanan pangan bagi masyarakatnya. Ketika kita ketahui bahwasannya kondisi pangan negara saat ini akan memasuki masa kerawanan pangan yang mana kondisi tersebut disebabkan tidak tersedianya pangan yang cukup bagi individu untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan. Kesejahteraan masyarakat bisa dilihat dari indikator ketahanan pangan sehingga yang terjadi saat ini masih banyak penduduk Indonesia yang belum mendapatkan kebutuhan pangan yang mencukupi. Kecenderungan global yang terjadi saat inipun kemungkinan menjadi salah satu indikator yang berlanjut di masa depan karena semakin berkurangnya luasan lahan yang tersedia, menurunnya ketersediaan dan kualitas air untuk kegiatan produksi pangan, sulitnya memprediksi (apa lagi mengendalikan) dinamika perubahan iklim serta tidak terpenuhinya pangan secara cukup dalam jumlah, mutu, ragam, keamanan serta keterjangkauan harga dan rendahnya tingkat pendapatan masyarakat sehingga menurunnya daya beli yang mengakibatkan buruknya konsumsi energi dan protein masyarakat. Mengingat persoalan ketahanan pangan di Indonesia memiliki implikasi yang sangat luas sehingga perlu dengan segera mendapatkan perhatian yang lebih serius. Terciptanya sistem ketahanan yang ideal memerlukan keterlibatan berbagai institusi untuk menjamin keamanan pangan, mulai dari hulu hingga ke hilir (from farm to fork), mulai dari proses pemanenan, distribusi, pengolahan, hingga di meja konsumen Kerawanan pangan di Indonesia dapat diketahui dari tingkat kecukupan gizi masyarakat yang diukur dari Angka Kecukupan Gizi (AKG). AKG merupakan tingkat konsumsi zat-zat gizi esensial untuk memenuhi kebutuhan gizi. Melihat kondisi saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang sekitar 63 % wanita hamil dan sekitar 65-68 % anak di bawah 2 tahun menderita anemia di sebabkan karena kekurangan zat besi. Ini menjadi catatan penting bagi pemerintah baru Indonesia untuk meningkatkan kualitas pangan yang akan menjadi konsumsi setiap hari masyarakat Indonesia. Karena, kualitas pangan serta gizi menjadi sangat penting untuk mendorong tumbuh kembang generasi bangsa dalam hal kebutuhan jasmani. Adapun salah satu cara untuk meningkatkan mutu pangan dan gizi masyarakat, seperti melalui aturan penambahan yodium pada produksi garam atau dengan mengharuskan produsen untuk menambah sejumlah nutrisi mikro ke dalam produk makanan, hal itu merupakan cara yang cukup efektif dalam meningkatkan standar gizi.

No comments:

Post a Comment